Minggu, 05 Januari 2014

Cara Membuat Lilin Sederhana

Lilin adalah salah satu alat penerangan yang terdiri dari sebuah sumbu di tengahnya dan diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak sapi (yang banyak mengandung asam stearat. Sekarang yang biasanya digunakan adalah parafin).

Lilin termasuk temuan paling awal dari dunia primitif. Sejarah mencatat bahwa orang Mesir sudah menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Catatan lainnya memperlihatkan bahwa pada abad I, orang-orang Romawi menggunakan lilin yang sumbunya berupa alang - alang.

Di abad berikutnya, orang-orang Mesir Kuno mengganti batang alang-alang dengan sumbu serat yang dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelupkan ke dalam lemak cair, didinginkan, dan kembali dicelup sampai ketebalan tertentu. Diduga, lilin seperti itu adalah cikal bakal lilin batangan modern seperti yang ada sekarang ini. Namun, lilin di zaman itu belum sesempurna sekarang. Sering, ketika dinyalakan lilin mengeluarkan asap kehitaman. Atau, kerap juga mengeluarkan semacam gas dan aroma tak sedap yang membuat mata jadi pedih.


Cara Membuat Lilin Sederhana

Bahan-bahan:
Paraffin,Benang kasur, parfum, Pewarna.

Peralatan:

  • Panci kecil
  • Botol bekas mayones,selai, atau lainnya (usahakan cari yang berlubang lebar dan kaca tebal, lalu cuci bersih dan keringkan)
  • Gelas kecil (transparan jika lilin ingin berwarna-warni)
  • Tusuk sate, dengan ukuran lebih panjang daripada diameter mulut gelas.
Proses pembuatan:
  1. Siapkan tusuk sate kemudian ikat bagian tengahnya dengan benang kasur, lalu letakkakan tusuk satec tersebut tepat di atas mulut gelas, dan aturlah agar benang jatuh ke dasar dan tetap berada ditengah gelas.
  2. Ambil botol bekas yang telah disiapkan lalu masukkan ke dalamnya potongan parafin.
  3. Letakan botol yang telah berisi parafin tersebut ke dalam panci yang telah diisi air dengan tinggi kira-kira 1/3 panci.
  4. Panaskan pannci di atas kompor yang menyala dengan api kecil, kemudian aduk perlahan hingga parafin mencair.
  5. masukkan pewarna sedikit demi sedikit sampai mendapatkan warna yang sesuai dengan yang diinginkan.
  6. Setelah warna yang sesuai matikan api, lalu angkat panci dari kompor, tambahkan parfum/aroma ke dalam paraffin yang masih mencair.
  7. proses terakhir adalah menuangkan paraffin cair ke dalam gelas, lalu diamkan sampai parafin menjadi dingin dan beku.

Untuk mendapatkan warna lilin ingin lebih bergradasi (bercampur) caranya sama dengan proses lilin berlapis, bedanya saat menuangkan lilin berwarna B tidak usah menunggu lilin berwarna A mengeras.

Jika lilin ingin lebih menarik: beri tambahan lilin malam berwarna-warni yang biasa dimainkan anak-anak, dan tempelkan pada permukaan dalam gelas (bentuk agar berupa bunga, daun atau lainnya jika dilihat dari luar gelas). Lalu tuangkan paraffin cair (jangan terlalu panas, agar lilin malam tidak ikut mencair).

Untuk menghasilkan posisi sumbu agar lebih tegak, celupkan sumbu tersebut ke dalam paraffin cair, lalu letakkan kembali di tengah-tengah gelas.

Untuk menghasilkan warna yang berlapis Tuangkan 1-2 sendok makan warna A, dinginkan hingga keras
Lalu tambah 1-2 sendok warna B, dinginkan kembali hingga keras, ulang ke warna A atau ke warna C, dst hingga mendapatkan warna yang sesuai selera.

http://cara-membuat-sendiri.blogspot.com/2013/09/cara-membuat-lilin-sederhana.html

Selasa, 16 April 2013

LAMPUNG AKAN GEMPA 8 SKALA R MALAM INI

TRIBUNLAMPUNG.co.id -

Setelah gempa terjadi di Lampung Selatan dengan kekuatan 5.5 SR, Selasa(16/4/2013), sekitar pukul 18:26 WIB, di 95 km Barat Daya Lamsel, kini berkembang pesan berantai akan terjadi gempa susulan dengan skala yang lebih besar, Selasa (16/4/2013) malam.

Pesan berantai tersebut berisi imbauan agar warga Bandar Lampung waspada. Salah seorang yang ikut menyebarkan pesan berantai tersebut adalah  Novalia, warga metro. Melalui layanan pesan berantai BlackBerry Messenger pesan akan terjadi gempa susulan tersebut beredar.

"B.Lampung berhati - hatilah terkarena Perkiran di Tengah malam nanti ada suatu gempa yang akan mengguncang B.lampung dan sekitarnya, perkiraan gempa akan terjadi sebesar 8,5 SR pusatnya di Lampung Selatan. Tolong sebarkan BC ini untuk kepentingan Bersama ,menolong apa susahnya BC," demikian isi pesan yang beredar tersebut. (Tribunlampung.co.id/Beni Yulianto)


PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

Pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?

Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Finlandia
Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.
Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?
Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.
Apa gerangan kuncinya?
Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.(eliyati.wordpress)

Senin, 15 April 2013

EBTANAS VS UJIAN NASIONAL

Minggu ini, adik2 kita kelas 3 SMA sedang menjalani Ujian Nasional (UN), dan disusul oleh adik2 kita kelas 3 SMP (termasuk adik saya) minggu depan...

Berbagai persiapan sudah dilakukan oleh para pesertanya, mulai dari bimbingan belajar (bimbel), latihan soal, try out, pra-UAN, dan beberapa hari menjelang UN mulailah diadakan berbagai "ritual", misalnya yg Muslim menggelar zikir bersama, yg Kristen dan Katolik bikin ibadah khusus, dan sebagainya, termasuk saya lihat di TV kemarin anak2 SMA di Padang menggelar ritual "makan bajamba"...
ditambah lagi isu2 soal kebocoran soal, kunci jawaban via SMS, dan sebagainya

Melihat fenomena Ujian Nasional sekarang ini jika di bandingkan dengan Ujian Pada waktu saya SD yang masih disebut dengan EBTANAS ( Evaluasi Tahap Akhir Nasional ) rasanya sangat jauh berbeda.  Pada waktu dulu Ebtanas dilaksanakan benar-benar murni dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa, siswa benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menghadapi EBTANAS tersebut dan ketakutan akan tidak lulus pun sudah siap di tanggung oleh setap siswa.

Namun jika dibandingkan dengan masa sekarang yang disebut UN (Ujian Nasional) sangatlah jauh berbeda, saat ini jika memasuki masa Ujian Nasional yang menjadi sibuk dan pusing kepala adalah Dewan Guru dan Pengelola Lembaga Pendidikan yang mempersiapkan diri untuk menjadi TIM sukses agar semua peserta didik nya bisa lulus Ujian.

Peserta didik terkesan dimanjakan dan di latih untuk tidak jujur, dengan diberikanya bocoran jawaban soal Ujian. Hal ini mungkin karena pihak pengelola lembaga pendidikan takut jika peserta didik nya tidak lulus maka citra sekolah tersebut menurun di mata masyarakat sekitar. Namun sebenarnya perlakuan yang demikian akan berimbas pada cara pandang siswa itu sendiri kepada sekolah yang menganggap sekolah adalah hanya sebagai tempat mencari ijazah dan hanya sebagai formalitas tidak ada esensi nilai dari sebuah tholabul ilmi yang dimana tujuan dari sekolah tersbut atau tholabul ilmi itu adalah sebagai mendidik siswa selain pandai dan menguasai Ilmu Pengetahuan juga memiliki karakter yang jujur dan akhlak yang baik.

Semoga dengan diberlakukannya UN yang mengguakan sistem 20 Paket siswa akan di paksa di didik untuk jujur dalam menyelesaikan Proses pendidikan tersbut.

Amiiin